Tampilkan postingan dengan label precious. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label precious. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Oktober 2013

Detik-Detik Terakhir Rasulullah SAW

Ini adalah notes dari salah seorang facebooker temanku,Bagus Surya Bahari
semoga dapat benar2 menambah kekuatan cinta kita pada Rasulullah SAW Amien.....

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu.

Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca. Sedangkan dada Umar terlihat naik turun menahan nafas dan tangisnya. Ustman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya telah tiba.

“Rasulullah akan meninggalkan kita semua”, desah hati para sahabat di kala itu.

Manusia tercinta itu hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda semakin kuat tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar.

Ketika itu, seluruh sahabat yang hadir pasti akan menahan detik-detik yang diteteskan sang waktu, bila mungkin.

Matahari kian tingggi, tapi pintu kediaman Rasulullah masih tertutup. Di dalamnya beliau sedang terbaring lemah dengan kening yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seseorang berseru mengucapkan salam.

“Bolehkah saya masuk?” tanyanya.

Namun Fatimah tidak mengizinkannya masuk.

“Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata putri Rasulullah itu sambil membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani sang ayah yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya kepada Fatimah.

“Siapakah itu wahai anakku?”

“Tak tahulah aku, Ayah. Sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.

Rasulullah menatap putrinya dengan pandangan yang menggetarkan, seolah beliau ingin menyimpan satu-satu bayangan wajahnya dalam ingatannya.

“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara. Dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,” kata Rasulullah.

Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.

Malaikat maut pun akhirnya datang menghampiri, tetapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut menyertai.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia untuk menjemput ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” tanya Rasulullah dengan suara yang amat lemah.

“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril.

Rasulullah tampak tidak lega, matanya masih penuh kecemasan.

“Tidakkah Engkau senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril.

“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”

“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya’”, kata Jibril.

Detik-detik hidup sang manusia tercinta hampir habis, saatnya Izrail melakukan tugas.

Perlahan ruh Rasulullah ditarik, seluruh tubuh beliau tampak bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

“Jibril, betapa sakitnya sakaratul maut ini.”

Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka.

“Jijikkah kau melihatku hingga kau palingkan wajahmu, Jibril?” tanya Rasulullah pada malaikat pengantar wahyu itu.

“Siapakah yang tega melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik karena sakit yang tak tertahankan.

“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan kepada umatku.”

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan tangannya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan telinganya.

“Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu.”

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat pun berpelukan menguatkan diri. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

“Ummatii, ummatii, ummatii,” (umatku, umatku, umatku.

Dan pupuslah kembang hidup manusia mulia itu…

Kini, mampukah kita mencintai Rasulullah? Seperti beliau mencintai kita?

Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi

Kamis, 28 Juni 2012

2nd

"never ever complaining about everything"
"never let problems weatening you"
and
"never stop chasing your dreams"
-love you-

1st

"love is about sharing, caring, giving and forgiving"

Senin, 20 Februari 2012

Leadership Talks Sesi IV

Saat-saat terakhir di aula timur ITB

yaaa ini dia yang saya tunggu-tunggu saya pending sekitar 3 hari buat nulis cerita ini, walaupun sebenernya ini kata-kata udah pengen benget keluar, tapi saya tahan-tahan sampe dapet waktu yang bener-bener pas buat nulis ini. Kita lanjutin ya sesi IV sama mas emil alias Ridwan Kamil, favorit saya hehe

Sesi IV (tapi saya lupa temanya apa)
hhaha kebanyakan lupa nih saya, mohon dimaklumi yaa


Alasan saya dateng ke seminar ini karena ada mas emil sebenernya sama pengen banget ketemu Pak Dahlan Iskan, dan akhirnya saya pun ketemu mas Emil, Pak Dahlannya gabisa datang karena ada acara di kalimantan beliau hanya bilang melalui sebuah video bahwa pemuda Indonesia jangan terlalu banyak menceramahi dan diceramahi tetapi lakukanlah sesuatu tindakan perubahan :)

nih pembicaranya : M. Ridwan Kamil | Arsitek, Founder Indonesia Berkebun, Urbane Indonesia






Mas emil yang merupakan alumni SMA 3 bandung juga, merupakan favorit saya, dari dulu saya pengen banget ketemu beliau, dan akhirnya hari itu pun saya bisa bertatap muka langsung dengan beliau, dan saya bener-bener ga rugi banget ketemu beliau, beliau bener-bener ngasih inspirasi dan memotivasi banget untuk melakukan perubahan bagi Indonesia, saya bener-bener tersentuh dan tergugah (lebay ya? tapi bener deh). Beliau bikin orang-orang yang ada di dalem ruangan tersebut berkobar-kobar dan matanya bersinar-sinar buat memberikan sentuhan perubahan, beliau mengajak anak muda sekarang untuk berbagi karena menurut beliau "Berbagi adalah kebutuhan bukan kewajiban". Beliau mengajak anak muda Indonesia untuk melakukan sesuatu hal yang berguna dan punya makna, karena kalau bukan kita siapa lagi? dan beliau bilang Perubahan itu tidak bisa ditunggu, ia harus dijemput. Subhanallah bikin saya merinding jadinya.
Beliau yang seorang arsitek kelas dunia itu telah menelurkan banyak prestasi membanggakan yang sudah diakui dunia international, tetapi meski begitu beliau tidak lupa diri, beliau tetap memberikan karya-karya untuk Indonesia, membuat komunitas-komunitas seperti komunitas Indonesia berkebun, komunitas bersepeda dll
Beliau juga sedang merencanakan membuat taman-taman di bandung menjadi lebih menyenangkan yang berkolaborasi dengan warga-warga sekitar,
Beliau bilang lakukan hal yang simple, jangan yang sulit, lakukanlah yang anda bisa terlebih dahulu, jangan hanya menunggu.
Beliau bilang setiap pemuda yang kreatif dan kontributif harus memiliki :
1. Visi
2. Aksi
3. Kolaborasi
4. Konsistensi

Nah poin yang keempat itu yang sangat sulit dilakukan, makanya beliau bilang supaya berkolaborasi agar ada yang terus menyemangati karena menurut beliau " Kolaborasi merupakan Kunci Perubahan".

nih ada beberapa quotes dari slide yang beliau tampilin yang menurut saya keren banget :

" Lebih baik nyalakan lilin kecil, daripada selalu mengutuki kegelapan"
" Right brainers will rule the world"

Subhanallah ya, mas emil juga bilang jangan lupa untuk selalu POSITIVE THINKING + BERDOA
dan yang bener-bener buat saya ingin menangis saat itu juga adalah saat mas emil bilang, saya ketemu seorang sufi (orang soleh) lalu orang sufi tersebut berkata, "kamu tau apa yang bisa mebuat kamu menjadi seperti ini?"
orang sufi itu pun berkata" semua berkat DOA IBUMU. IBUMU YANG SELALU MENDOAKANMU SETIAP SAAT"

subhanallah, saat itu pun saya terdiam dan ingin sekali memeluk UMI,
UMI I LOVE YOU SO MUCH :")

bunch of thanks for Mr. Emil from deepest my heart
semoga saya bisa memberikan perubahan untuk Indonesia, seperti yang anda lakukan :)

sekian laporan saya dari aula timur ITB pad tanggal 18 Februari
semoga bisa menginspirasi ya :)

Wassalammualaikum wr.wb


Leadership Talks Sesi II dan III

Masih di aula timur ITB

moderator : ridwansyah
pembicara : Kemal Stamboel | Anggota DPR RI, Board of WWF


Sesi II : People Mission Leadership


Ini nih 1 pembicara yang juga menginspirasi, Pak Kemal.
Pak Kemal perjalanan hidupnya keren banget, beliau banyak banget pengalaman hidupnya
dari yang awalnya beliau jadi CEO salah 1 perusahaan konsultan milik Amerika, terus ngerasa udah cukup bergerak di bidang entrepreneur, lalu banting setir masuk dalam keorganisasian di bidang kemasyarakatan jadi Dewan Penasihat untuk rekonstruksi Aceh terkena tsunami, lalu karena sukses di bidang tersebut beliau dipanggil oleh Presiden untuk menjadi Dewan apa gitu namanya (lupa saya namanya) bergabung bersama para menteri, dan beliau satu-satunya yang bukan menteri. Sampe akhirnya beliau ngerasa meski pun beliau punya kedudukan yang cukup tinggi tapi beliau susah banget buat nge eksekusi, padahal beliau pengen banget, bukan cuma duduk diem, ngasih saran, pendapat tapi gabisa ngelakuin apa-apa. sampe akhirnya beliau mutusin buat ikut pemilihan umum buat jadi anggota DPR. wooww bangeett! dan sekarang beliau bilang, beliau sekarang udah bikin 5 undang-undang. Beliau seneng banget bisa melakukan sesuatu untuk negeri ini dan turun langsung, ya semoga sedikit-sedikit dengan keberadaan beliau bisa mempengaruhi ya keadaan di DPR sekarang ini yang lagi carut-marut. Beliau pun bilang semua perjalanan hidup saya ini karena saya punya passion buat ngejalaninnya (passion lagi euy), ngikutin kata hati. Beliau bilang sama seperti yang kang zaky bilang di sesi sebelumnya, kalo kita punya passion kejar terus, ikuti terus, jangan pernah berhenti, kalo kamu passion di salah satu bidang kamu pasti bisa sukses ngejalaninnya. GREAT!


nih saya tampilin fotonya pak kemal buat yang penasaran hehe







nih lanjut yaa ke sesi III, soalnya sesi IV nyaa saya udah ga sabar nulisnyaa hehe




Sesi III : Sukses Wani Piro?
Pembicara : Handry Satriago | Presiden GE Indonesia, GE Foundation

Beliau emang punya sedikit kekurangan, beliau memakai kursi roda, tapi itu ga matahin semangat beliau buat terus berkarya, seperti Pak kemal yang satu-satunya CEO asal Indonesia di salah satu perusahaan konsultan Amerika, Pak Handry pun begitu, beliau terpilih sebagai Presiden GE yang satu-satunya berasal dari Indonesia.
Beliau bilang anak muda sekarang harus think out of the box, berani mikir beda maksudnya, hehe
Jangan standar, tapi harus bisa memberi inovasi dan warna baru. Indonesia punya sumber daya alam dan manusia yang banyak dan bertambah setiap harinya, dan pertumbuhan yang tinggi tersebut diharapkan bisa membawa Indonesia bersaing dengan negara-negara Asia lainnya seperti Cina, India, Korea, dan Jepang.
Semua cerita beliau bener-bener bikin meninspirasi banget, dengan kekurangan yang beliau miliki aja beliau bisa sukses dan berkarya buat Indonesia, saya bisa apaa? fufufufu jadi gemes sendiri
Indonesia ku oh Indonesiaku. tunggu saya yaaa :)

Nah ini juga ada foto beliau,



Sampe sini dulu cerita sesi II dan III, ayoo lanjuuuuut sesi IV sama mas emil, FAVORIT SAYA, hehe 










Leadership Talks Sesi I

18 Februari
Aula Timur Institut Teknologi Bandung

Jadi hari sabtu itu saya dateng ke ITB buat seminar Leadership Talks, ceritanya nih saya kepilih gitu buat jadi peserta, setelah ngisi form secara online.
Awalnya saya pikir nanti saya disana sama siapa ya, aah tapi dipikir-pikir nanti kenalan lah ya sama orang-orang disana hehe
Pas sampai di ITB eh di depan gerbangnya saya ketemu temen saya si dhita kecil, iihh seneng banget ternyata dia juga ikutan acara ini, alhasil kita masuk ke dalem bareng-bareng.
Kita pun duduk di barisan ketiga paling pinggir, karena badan kita kecil-kecil nih mau ga mau kita duduk agak depan supaya kelihatan pembicaranya siapa hehe
Nah MC pun masuk tiba tiba kita diajarin kaya duduk siap gitu sama jargon-jargon, kalo saya ga salah gini bunyinya :
Pemimpin Muda!!! terus kita jawab sambil berdiri YES WE ARE LEADERS!
wuiihh keren ga tuh haha
terus kita disuruh nyanyi lagu Indonesia Raya bareng-bareng dan setelah itu kita bareng-bareng bacain "Idealisme Kami" semacam visi gitu pas acara itu.
Ada 4 sesi tuh di acara Leadership Talks, kita mulai yaa

Sesi I :
Tema : Bukti Kepemimpinan


Ada 3 pembicara di depan sama 1 orang moderator
pembicara 1 itu seorang penulis buku yang saya lupa namanya (sorry nanti saya cari lagi deh ya hehe), beliau menulis sebuah buku yang berjudul 17 mahasiswa berprestasi (kalo ga salah lagi haha :p), sebenernya pas bagian beliau ini ga dikasih banyak kesempatan buat bicara sama moderatornya, jadi saya juga lupa-lupa inget hehe, moderatornya terlalu concern sama dua pembicara lainnya,yaitu, kang fajrin dan kang zaky.
Mereka berdua alumni ITB yang bisa dibilang berprestasi akademik dan mulai menggapai kesuksesan di bidang entrepreneur.
Kang fajrin alumni ITB Teknik Informatika angkatan 2004 lulus cumlaude dengan ipk 4,0
bayangin 4,0 ???????? Saya aja sampe shock dengernya, buseeeet ni orang pinter amat.
lulus dari ITB beliau kerja di Boston Consulting Group, yang katanya nih gajinya dolar dan kalo di rupiahin itu sampe dua digit, asikkk bener ya, nah tapi walaupun gajinya dua digit gitu lama-lama kang fajrin bosen juga dan ngerasa pengen cari suasana baru tapi yang bisa kasih manfaat juga buat orang lain akhirnya Kang zaky yang juga alumni ITB dan sahabatnya dulu semasa kuliah punya perusahaan IT yang namanya "Sweet Media", kang Fajrin pun berminat untuk pindah dan berkecimpung disana ninggalin semua ke dua-digitan di perusahaannya yang lama hehe
Kang zaky pun akhirnya nyerahin "Sweet Media" buat dipegang sama kang fajrin, dan kang zaky pun membuat usaha baru yang dikasih nama Lapak.com sama hijab.com (kalo ga salah lagi nih ya) yang dipegang sama istrinya.
Mereka berdua contoh entrepreneur yang cukup sukses sekarang dan semua itu mereka laluin dengan proses yang panjang ada jatuh bangunnya di setiap perjalanan mereka, kang zaky bilang anak muda Indonesia jangan pernah takut mencoba kalo kita punya passion di bidang itu, kejar terus jangan berhenti sampe ngedapetinnya.
Kang fajrin pun gamau kalah beliau bilang dia bisa jadi kaya gini sekarang karena dia pernah inget omongan rektor ITB dulu yang pernah bilang, anak muda sekarang harus punya ABG, apaan tuh ABG?
A : Akademis oke (kalo bisa sih cumlaude, hehe)
B : Berorganisasi (minimal 5-10 kepanitiaan, ikut organisasi-organisasi)
G : Gaul (kenal 1000 mahasiswa di kampus, wuuuuiiiih)

uupss, bener juga yaa, cerita mereka berdua sebenernya masih panjang banget tapi ini intinya, dan buat saya mikir apa ya passion saya, sampe saya rela berkorban buat ngedapetinnya? hmmm mari kita pending dulu soalnya saya mau cerita duluu Leadership Talks Sesi II hehe.